Program Studi Sains Data terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan reputasi akademik, baik di tingkat dosen maupun mahasiswa. Pada Kamis (30/07/2026), salah satu dosen homebase Sains Data, Muhammad Istiqlal, M.Pd., hadir sebagai narasumber dalam agenda bertajuk Ruang Citta #2: “Di Balik Meja Editor Jurnal SINTA 2”.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 09.00–11.00 WIB ini diselenggarakan atas kolaborasi bersama LAB CITTA PRAMANA. Acara yang menghadirkan dua narasumber tepercaya ini berjalan dengan lancar, interaktif, dan sukses menarik perhatian para peserta.
Dalam paparan materinya, Muhammad Istiqlal, M.Pd.—yang saat ini tengah menempuh studi doktoral (S-3) bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)—membagikan pemahaman mendalam terkait struktur penulisan artikel ilmiah standar SINTA 2. Pengalaman beliau sebagai Managing Editor pada jurnal Hipotenusa dan Mudarrisa UIN Salatiga (keduanya telah bereputasi SINTA 2) menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi para peserta.
Beliau membedah dengan detail setiap elemen krusial dalam penulisan manuskrip ilmiah. Point penting dalam sebuah artikel adalah JUDUL, ABSTRAK, PENDAHULUAN, METODE, HASIL & PEMBAHASAN, KESIMPULAN, REFERENSI

Dalam paparannya, beliau menyampaikan trik dan kiat agar lolos publikasi pada jurnal bereputasi Sinta 2. Pertama, judul harus cukup lengkap untuk menjelaskan isi penelitian, namun tetap ringkas agar mudah dipahami, diingat, dan ditemukan. Setelah judul sesuai, maka editor akan melakukan pengecekan abstrak yang berisi murni ringkasan penelitian. Beliau menegaskan untuk menghindari sitasi pustaka, definisi teori yang terlalu panjang, tabel, gambar, rumus, serta singkatan yang tidak jelas pada saat menulis abstrak. Ketiga, upayakan pendahuluan terdiri dari 5–6 paragraf dengan tata bahasa yang mengalir secara logis dari masalah hingga tujuan. Alurnya dimulai dari konteks umum, masalah empiris, kajian peneliti terdahulu, research gap, novelty (kebaruan), hingga tujuan dan kontribusi penelitian. Keempat adalah metode. Prinsip utama metode adalah menjelaskan proses penelitian secara jelas, terukur, dan dapat direplikasi oleh peneliti lain. Kelima, hasil dan pembahasan perlu menyajikan temuan secara objektif serta menghindari pembahasan teori yang terlalu panjang. Keenam, kesimpulan, simpulan artikel harus ringkas, menjawab tujuan penelitian secara langsung, dan memberikan arah tindak lanjut (future research) yang jelas. Terkahir, referensi yang baik bukan dilihat dari kuantitasnya, melainkan relevansi, kemutakhiran, kredibilitas, dan kemampuannya dalam mendukung argumen naskah. Proporsi ideal 25-40 sumber yang disarankan mencakup sumber:
Artikel Jurnal Ilmiah (70–80%): Sekitar 18 referensi mutakhir.
Buku Akademik/Teori Utama (10–20%): Sekitar 7 referensi.
Laporan Resmi/Regulasi/Data Lembaga (5–10%): Sekitar 3 referensi.
Pembatasan penggunaan sitasi yang bersumber dari skripsi, tesis, prosiding, dan situs web umum sebisa mungkin bisa dihindari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi serupa antara Program Studi Sains Data dan berbagai laboratorium serta lembaga riset dapat terus terjalin. Langkah ini menjadi bagian dari dorongan berkelanjutan untuk meningkatkan taraf publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa Sains Data di masa mendatang.

