SALATIGA – Dalam upaya meningkatkan keterampilan praktis serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja, Program Studi (Prodi) Sains Data bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) sukses menyelenggarakan kegiatan Outing Class dan Seminar Nasional di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata efektivitas sinergi antara pihak Prodi dan HMPS. Kolaborasi tersebut terbukti ampuh dalam mengelola koordinasi lapangan serta menjembatani komunikasi interaktif antara mahasiswa dengan para praktisi dan akademisi di lokasi kegiatan.

Disapa Langsung oleh Rektor UKSW dan Dihadiri Pimpinan Antar-Kampus
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan hangat saat Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA., menyapa satu per satu jajaran dosen serta mahasiswa UIN Salatiga yang hadir.
Agenda internasional dan lintas instansi ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari UIN Salatiga, di antaranya Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Kaprodi Teknologi Informasi (TI), Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu UIN Salatiga, Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah FEBI, serta Dosen Statistika. Kehadiran Kaprodi Sains Data (Enika Wulandari, M.Pd.) dan Sekprodi Sains Data Ita Dwijayanti, M.Sc. makin memperkuat komitmen kolaborasi antarinstitusi ini.

dari kiri Dekan FST, Sekprodi Sains Data, Dosen Statistika , dan Kaprodi Sains Data
Soroti Sensus Ekonomi 2026 dan Peran Vital Sains Data
dalam agenda Seminar nasional ini menghadirkan dua pakar utama di bidangnya, dimana sangat berkaitan erat dengan implementasi kerja capaian lulusan dan karier Mahasiswa Sains data. Pakar pertama adalah Prof. Setia Pramana, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS RI) beliau menjelaskan tentang metodologi dan teknologi Sains Data dalam sensus ekonomi. Dalam pemaparannya, Prof. Setia Pramana mengulas pelaksanaan agenda nasional yang sedang berjalan, yaitu Sensus Ekonomi 2026. Beliau menjelaskan bagaimana pengumpulan data dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi waktu dan akurasi data.

Narasumber yang kedua adalah Prof. Dr. Adi Setiawan, M.Sc. (Dosen Magister Sains Data FSM UKSW) beliau memaparkan mengenai Sains Data untuk Analisis Data Hasil Sensus Ekonomi
Prof. Adi menekankan pentingnya pengolahan data untuk pengambilan keputusan strategis.
“Peran data dalam perkembangan zaman harus dimanfaatkan untuk memutuskan kebijakan. Jika data hanya sekadar data, maka sama halnya hanyalah deretan angka,” tegas Prof. Adi.
Ia juga menambahkan bahwa ruang lingkup sains data sangat kompleks karena merupakan kolaborasi interdisipliner antara matematika, statistik, dan ilmu komputer, sehingga menjadikan praktisi sains data sebagai jalur karier yang sangat dicari di industri saat ini.
Antusiasme Mahasiswa Internasional dan Peluang Lanjut S2
Atmosfer diskusi makin hidup pada sesi tanya jawab. Mafu Cassey, mahasiswa Sains Data UIN Salatiga asal Gambia angkatan 2024 yang ikut serta dalam agenda ini, tampil penuh antusias mengajukan pertanyaan kepada BPS RI terkait integrasi teknologi AI dan penyatuan data pusat, daerah, serta akademisi demi mewujudkan Sensus Ekonomi 2026 yang berkualitas.

Di akhir sesi, Mafu mengungkapkan ketertarikannya untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 Magister Sains Data di UKSW karena lingkungan kampus yang sudah familiar. Keinginan tersebut disambut hangat oleh pihak UKSW.
Sebagai informasi, Program Magister (S2) Sains Data UKSW menawarkan keunggulan berupa kolaborasi erat dengan dunia industri serta platform pendukung pengolahan big data (seperti Google, AWS, Tokopedia, dan Meta). Dengan kompetensi tinggi, biaya kuliah S2 Sains Data di UKSW tergolong sangat terjangkau, yakni berkisar 30 juta rupiah untuk masa studi 2 tahun.
Merasakan Indahnya Keberagaman dan Budaya Baru
Para perwakilan HMPS menyambut positif seluruh rangkaian kegiatan ini. Selain mendapatkan pemahaman teoretis dan praktis yang mendalam, mereka mengaku berkesan dapat merasakan kultur akademik yang berbeda serta indahnya kebersamaan dan keberagaman di UKSW—hal yang sangat berharga mengingat mayoritas pengurus HMPS merupakan mahasiswa pendatang dari luar daerah.
Melalui kegiatan Outing Class ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya siap secara teknis (hard skill), tetapi juga memiliki wawasan adaptif dan relasi jaringan yang luas untuk melangkah percaya diri ke dunia kerja.
berita rujukan : https://saintek.uinsalatiga.ac.id/blog/berita/berita-fakultas/perkuat-ekosistem-data-nasional-fakultas-saintek-uin-salatiga-hadiri-seminar-nasional-dan-peluncuran-strategic-partnership-bps-ri-uksw/

