SALATIGA – Dalam rangka menyambut operasional Program Studi (Prodi) baru Sains Data serta mempersiapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Salatiga menggelar Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pada Hari Jumat, 14 Agustus 2026 di Hotel Wahid Prime , Salatiga.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber pakar, Prof. Dr. Ir. Shofwatul ‘Uyun, S.T., M.Kom., IPM., ASEAN. Eng., Guru Besar dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga merupakan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) INFOKOM serta Evaluator Pusat Indeks Kematangan OBE APTIKOM.
Keselarasan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK: Janji Akademik yang Harus Terukur
Dalam pemaparannya, Prof. Shofwatul ‘Uyun menekankan pentingnya keselarasan (alignment) antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Sub-CPMK. Menurut beliau, CPL pada dasarnya adalah sebuah janji kualitas dari perguruan tinggi kepada mahasiswa dan publik yang kelak dituntut untuk diukur secara rasional.
“Redaksi CPL biasanya kompleks dan fleksibel, sehingga perlu dipecah menjadi CPMK agar mudah diukur dan diamati,” terang Prof. Uyun. Beliau menjelaskan terdapat dua versi perumusan CPMK yang lazim digunakan:
- Versi Pertama: CPMK ditentukan dan dirumuskan langsung oleh dosen pengampu mata kuliah.
- Versi Kedua: CPMK disiapkan secara khusus dan terstandarisasi oleh pihak Program Studi.
Prof. Uyun menegaskan bahwa kedua pendekatan tersebut sama-sama benar, asalkan diterapkan secara konsisten oleh prodi.
Pentingnya Kertas Kerja Sebelum RPS
Sebelum dituangkan ke dalam format RPS universitas yang lebih rigid dan detail, Prof. Uyun menyarankan adanya penyusunan kertas kerja (sekitar 15 halaman per mata kuliah). Kertas kerja ini mencakup:
- Pemetaan CPL yang dibebankan pada mata kuliah.
- Pemetaan bahan kajian dan analisis pembelajaran.
- Identifikasi mata kuliah prasyarat serta kompetensi dasar awal mahasiswa (seperti penguasaan perangkat lunak dasar hingga pengalaman kerja kelompok).
Sebagai contoh, 4 indikator CPL dapat diturunkan menjadi 5 CPMK. Prof. Uyun mencontohkan CPMK 1 (menganalisis kebutuhan) yang diturunkan ke beberapa Sub-CPMK, mulai dari mengidentifikasi stakeholder, merumuskan ruang lingkup, hingga menyusun problem statement pada minggu pertama dan kedua. Pada tahap awal (minggu ke-1), tingkat taksonomi Bloom yang digunakan berkisar pada taraf C1 (Mengingat), C2 (Memahami), hingga C3 (Menerapkan) melalui pengalaman belajar seperti analisis kasus nyata, analisis stakeholder, hingga simulasi role-play sebagai project manager.
Kertas kerja ini juga dilengkapi bagan diagram flow pembelajaran hingga minggu ke-16 (weekly report) untuk memperjelas asesmen, misalnya bagaimana nilai UTS dapat mengukur pemenuhan CPMK 1 hingga CPMK 3 secara transparan.
Solusi Dinamika Kelas: Portofolio Dosen dan Remedial
Diskusi berlangsung interaktif saat perwakilan Prodi Sistem Informasi (PSI) menyampaikan realita di lapangan, di mana agenda pembelajaran kerap bergeser akibat dinamika insidentil atau kendala mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami materi.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Uyun menjelaskan bahwa RPS adalah instrumen perencanaan. Jika dalam pelaksanaannya terdapat materi yang belum tersampaikan secara menyeluruh, hal itu menjadi bahan evaluasi.
“Di akhir semester, dosen pengampu diharapkan membuat portofolio mata kuliah yang berisi evaluasi capaian kompetensi mahasiswa. Sebelum menentukan nilai akhir, perlu dilakukan program remedial berbasis CPMK yang belum tuntas. Evaluasi ini menjadi dasar revisi RPS di tahun berikutnya agar lebih proporsional,” jelas beliau.
Kiat Adopsi Aplikasi OBE dan Persiapan Akreditasi
Dekan FST UIN Salatiga turut memberikan pertanyaan terkait kiat dan trik mengadopsi sistem Penilaian OBE berbasis aplikasi yang telah sukses diterapkan di UIN Sunan Kalijaga selama kurang lebih dua tahun.
Prof. Uyun menjelaskan bahwa aplikasi pendukung OBE tersebut dikembangkan secara mandiri oleh UIN Sunan Kalijaga untuk memudahkan pengukuran, meski penggunaannya bersifat fleksibel/tidak wajib. Aplikasi ini membantu dosen merancang butir soal per asesmen (misalnya memetakan soal nomor 1, 2, dan 3 ke CPMK 2, CPMK 3, atau CPMK 4) sesuai kata kunci indikator yang jelas.
Selain itu, aplikasi ini mampu menampilkan tren visualisasi naik-turun pencapaian CPL dari tahun ke tahun. Visualisasi grafik inilah yang sangat dibutuhkan oleh Asesor Akreditasi untuk melihat apakah penjaminan mutu berbasis OBE sudah berjalan dengan baik atau belum.
Di sisi lain, Prof. Uyun mengingatkan pentingnya meninjau Visi Prodi Sains Data guna merumuskan “penciri khusus” yang membedakan prodi ini dengan prodi sejenis di universitas lain.
“Pembuatan RPS OBE memang memerlukan proses, namun niatkan persiapan yang baik ini sebagai bagian dari amalan jariyah dosen,” pukas Prof. Uyun.
Menyongsong KBM Semester Ganjil 2026/2027
Sesi workshop diakhiri dengan penegasan dari Moderator (Fenny Widiyanti, M.Pd.) bahwa seluruh penataan kurikulum dan RPS berbasis OBE ini berfokus pada kompetensi nyata yang harus dimiliki oleh mahasiswa saat menempuh proses KBM di UIN Salatiga pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 mendatang. Dengan kesiapan ini, Prodi Sains Data FST UIN Salatiga optimistis dapat mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan industri data masa kini.