SALATIGA – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 selama dua hari, 20–21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, kehidupan kemahasiswaan, karakter keilmuan, serta lingkungan belajar di FST UIN Salatiga.

PBAK FST diikuti oleh mahasiswa baru dari tiga program studi, yaitu Program Studi Teknologi Informasi, Program Studi Sains Data, dan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Selama kegiatan, mahasiswa memperoleh pembekalan dari pimpinan fakultas, dosen, narasumber eksternal, ketua program studi, serta pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).
Kegiatan dilaksanakan melalui berbagai agenda, mulai dari pengenalan fakultas dan program studi, pembekalan akademik, penguatan karakter dan etika, wawasan sains dan teknologi, literasi data dan informasi, hingga pengenalan organisasi kemahasiswaan.
Dekan Buka PBAK dan Kenalkan Budaya Akademik FST
Rangkaian PBAK diawali pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan pembacaan Asmaul Husna, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Mars UIN Salatiga dan Hymne UIN Salatiga, sambutan ketua panitia, serta sambutan Dekan FST UIN Salatiga, Noor Malihah, M.Hum., Ph.D., sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Pembukaan juga ditandai dengan penyematan Co Card kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari sivitas akademika FST UIN Salatiga.
Dalam materi “Ke-FST-an, Akademik dan Kemahasiswaan”, Dekan memperkenalkan identitas dan arah pengembangan FST, visi dan misi fakultas, tata kelola akademik, layanan mahasiswa, serta kehidupan kemahasiswaan.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan budaya akademik berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menempatkan capaian kompetensi mahasiswa sebagai orientasi utama pembelajaran.
Pada sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan karakter CERDAS, yaitu Creative and Innovative, Evidence-based, Research-driven, Digital-ready, Adaptive, dan Spiritual. Nilai tersebut diharapkan menjadi karakter mahasiswa FST dalam mengembangkan kreativitas, berpikir berbasis bukti dan penelitian, adaptif terhadap teknologi, serta tetap menjunjung nilai keislaman dan tanggung jawab moral.
Sains dan Teknologi untuk Inovasi dan Kemaslahatan
PBAK kemudian dilanjutkan dengan materi “Transformasi Sains dan Informasi sebagai Katalisator Inovasi” yang disampaikan Dr. Eng. Farrikh Alzami, M.Kom., dosen Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang.

Mahasiswa diajak memahami bahwa perkembangan sains, teknologi, data, dan informasi harus diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketiga program studi di FST juga memiliki peran yang saling melengkapi dalam menghadapi transformasi digital.
Teknologi Informasi berperan dalam pengembangan teknologi dan sistem, Sains Data mengolah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan, sedangkan Perpustakaan dan Sains Informasi berperan dalam pengelolaan, penelusuran, dan pemanfaatan informasi secara berkualitas dan bertanggung jawab.
Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan juga ditekankan harus disertai kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, serta tanggung jawab etis.
Dari Data Menjadi Manfaat
Pada hari kedua, Jumat, 21 Agustus 2026, mahasiswa memperoleh materi “Hilirisasi Data dan Etika Akademik demi Kemaslahatan Kemanusiaan” dari Atin Istiarni, M.IP., Pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).

Melalui kegiatan interaktif menggunakan Mentimeter, mahasiswa diajak menyadari bahwa aktivitas sehari-hari di ruang digital menghasilkan berbagai jenis data, seperti identitas pribadi, foto, lokasi, data akademik, hasil penelitian, aktivitas organisasi, hingga jejak pencarian di internet.
Atin menjelaskan bahwa data tidak berhenti sebagai kumpulan angka atau informasi. Data perlu diolah menjadi informasi, pengetahuan, dasar pengambilan keputusan, dan akhirnya memberikan dampak atau manfaat.
Mahasiswa juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya etika akademik dalam menggunakan data. Tujuh prinsip yang ditekankan meliputi kejujuran, integritas, atribusi, transparansi, privasi, tanggung jawab, dan keadilan.
Dalam konteks penggunaan kecerdasan buatan, mahasiswa diingatkan bahwa AI dapat membantu proses belajar, tetapi tidak mengambil alih tanggung jawab akademik mahasiswa. Mahasiswa tetap bertanggung jawab memverifikasi informasi, memahami sumber yang digunakan, serta memastikan karya yang dihasilkan mencerminkan proses berpikir dan integritas akademiknya.
Mengenal HMPS dan Identitas Program Studi
Selain materi akademik, PBAK juga memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal organisasi kemahasiswaan melalui pengenalan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).
Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aktivitas organisasi, ruang pengembangan kepemimpinan, kegiatan akademik dan nonakademik, serta peluang untuk berkontribusi dalam kehidupan kampus.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Materi Ke-Prodi-an yang disampaikan oleh Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi dan Ketua HMPS masing-masing. Melalui sesi ini, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai karakteristik keilmuan, lingkungan akademik, profil lulusan, serta kegiatan kemahasiswaan pada Program Studi Teknologi Informasi, Program Studi Sains Data, dan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi.
PBAK Menjadi Awal Perjalanan Mahasiswa FST
Setelah seluruh rangkaian pembekalan, diskusi, pengenalan organisasi, dan pengenalan program studi selesai, PBAK ditutup secara resmi oleh Dekan FST UIN Salatiga, Noor Malihah, M.Hum., Ph.D., pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penutupan ditandai dengan pelepasan Co Card peserta.

Melalui PBAK 2026, FST UIN Salatiga tidak hanya memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan fondasi budaya akademik yang menekankan integritas, kreativitas, kemampuan berpikir berbasis data dan bukti, kecakapan digital, kemampuan beradaptasi, serta nilai spiritual.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru FST untuk menjalani kehidupan perguruan tinggi sebagai generasi CERDAS, mampu memanfaatkan sains dan teknologi secara etis, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kemaslahatan kemanusiaan.
