Kuala Lumpur — Program Studi Teknologi Informasi UIN Salatiga kembali memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui kunjungan strategis dan Focus Group Discussion (FGD) di ICCM Malaysia yang dilaksanakan pada tanggal 18 September 2026. Kegiatan akademik ini diikuti oleh mahasiswa prodi Teknologi Informasi, Valencia Erlinda, serta Dosen sekaligus Ketua Prodi Teknologi Informasi, Juwita Artanti Kusimaningtyas, M.Cs., bersama rombongan IMOP. Jalannya acara ini dipimpin dan dijelaskan secara langsung oleh Europe-Africa Region Manager, Mr. Godwin Silver atau yang akrab disapa Mr. Silver, yang sekaligus mengarahkan inisiatif kerja sama strategis bersama UIN Salatiga.

Dalam sesi diskusi tersebut, Mr. Silver memaparkan materi komprehensif mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) serta perbandingan kebijakan digitalisasi warisan budaya antara Malaysia dan Indonesia. Pembahasan mencakup perbandingan kebijakan AI nasional, tingkat adopsi industri, hingga respons generasi muda terhadap pemanfaatan teknologi di kedua negara. Diskusi juga menyoroti prinsip dasar bahwa warisan budaya dapat bertahan karena terus digunakan dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dilindungi tanpa keterlibatan aktif generasi penerus.

Lebih lanjut, FGD ini mengeksplorasi pemanfaatan AI sebagai co-producer dalam inovasi desain warisan budaya tradisional seperti batik, songket, ulos, dan seni pertunjukan seperti wayang kulit. Diskusi menyoroti eksperimen desain lintas budaya yang menggabungkan motif tradisional Indonesia—seperti Parang, Truntum, dan Mega Mendung—dengan motif khas Malaysia seperti Pucuk Rebung, Bunga Kenanga, dan Tiger Orchid. Melalui pemaparan tersebut, ditekankan pula pentingnya koreksi manusia (human correction) dalam proses kreatif berbasis AI untuk mengantisipasi adanya distorsi pada geometri maupun logika warna. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Prodi Teknologi Informasi UIN Salatiga untuk memperluas wawasan global sekaligus merumuskan integrasi teknologi modern dalam pelestarian warisan budaya.

