GLOBAL ACTION FOR COMMUNITY EMPOWERMENT (GACE) 2026 (Dosen Program Studi Perpustakaan Sains dan Informasi Mengikuti International Collaborative Innovation for Sustainable Community Empowerment)

Diterbitkan pada 27 August 2026 Berita

Ungaran-Dosen Program Studi Perpustakaan Sains dan Informasi (PSI) UIN Salatiga mengikuti kegiatan Global Action for Community Empowerment (GACE) 2026 yang mengusung tema “International Collaborative Innovation for Sustainable Community Empowerment.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 25–27 Agustus 2026 di Hotel Wujil Resort & Convention, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kegiatan GACE 2026 diselenggarakan oleh Universitas Ngudi Waluyo Semarang dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi, akademisi, praktisi, mahasiswa, serta mitra internasional. Dalam kegiatan tersebut, Marwanto hadir sebagai utusan LP2M UIN Salatiga sekaligus dosen Program Studi Perpustakaan Sains dan Informasi.

Keikutsertaan UIN Salatiga dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan kerja sama internasional. Kehadiran peserta dari berbagai institusi dan negara juga memberikan kesempatan untuk bertukar gagasan serta membangun sinergi dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Seminar, Workshop, dan Collaboration Session

Pada hari pertama, Selasa, 25 Agustus 2026, kegiatan diisi dengan Seminar, Workshop, dan Collaboration Session dalam format indoor session. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai inovasi kolaboratif dan kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan dilanjutkan dengan Seminar and Panel Discussion Session 1 yang menghadirkan Prof. Dr. Sharipah Ruzaina dari Malaysia serta Prof. Dr. Edy Lisdiyono. Sementara itu, Discussion Session 2 menghadirkan Prof. Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph.D. dari UKSW Salatiga dan Mr. Komm Pechinthorn, MBA dari Thailand. Sesi diskusi ini menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai inovasi, kolaborasi lintas negara, serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan dampak secara berkelanjutan.

Field Engagement: Belajar Langsung dari Masyarakat

Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada Field Engagement. Pada tahap ini, para peserta terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan pengamatan, pengumpulan data, serta memahami berbagai bentuk praktik pemberdayaan masyarakat.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama melakukan pengamatan dan pengumpulan data di PKBM, sedangkan kelompok lainnya melakukan observasi terhadap kegiatan UMKM Shibori. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung potensi, kebutuhan, tantangan, serta inovasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Setelah melakukan kegiatan observasi, peserta melanjutkan agenda kunjungan ke Desa Wisata Lerep. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan mengenai pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya, kreativitas, budaya, serta partisipasi masyarakat.

Penyusunan Artikel Pengabdian

Pada hari ketiga, 27 Agustus 2026, seluruh peserta mengikuti kegiatan penyusunan artikel pengabdian kepada masyarakat. Artikel tersebut di susun berdasarkan data, hasil pengamatan, dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan Field Engagement, baik dari lokasi PKBM maupun Shibori.

Kegiatan penulisan artikel menjadi bagian penting dalam rangkaian GACE 2026 karena pengalaman lapangan selanjutnya dikembangkan menjadi karya akademik. Artikel ini dikerjakan maksimal dua minggu ke depan dan selanjutnya harus sudah di submission. Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada peserta, tetapi juga menghasilkan luaran akademik yang dapat didokumentasikan dan disebarluaskan.

Memperkuat Kolaborasi UIN Salatiga

Marwanto menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan GACE 2026 merupakan pengalaman penting dalam membangun jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan mitra internasional.

“Sebagai utusan LP2M UIN Salatiga sekaligus dosen Program Studi Perpustakaan Sains dan Informasi, keterlibatan dalam kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.”

Melalui semangat “International Collaborative Innovation for Sustainable Community Empowerment,” GACE 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata serta mendukung terciptanya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Scroll to Top