Liput Pembukaan MPLS Ramah Bersama Wakil Bupati Semarang, Mahasiswa PKL Terjun Dokumentasikan Kegiatan di SMKN 1 Tengaran

Diterbitkan pada 15 July 2026 Berita

Tengaran, Kabupaten Semarang – Mengawali rangkaian Praktik Kerja Lapangan (PKL) Semester Antara Periode 2 Tahun Ajaran 2025/2026, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) berkesempatan terlibat langsung dalam dokumentasi agenda resmi pemerintah daerah dan pihak sekolah. Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, dua mahasiswa praktikan, Lia Agustina dan Sholihatul Muna Ervina Septi, menghadiri Apel Pagi Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di Lapangan SMKN 1 Tengaran.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.00 WIB tersebut terasa istimewa karena dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Ibu Hj. Nur Arifah. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini memberikan nilai strategis bagi proses pengelolaan arsip dokumentasi yang dihimpun oleh praktikan.

Penguatan Tata Kelola Dokumentasi dan Jejaring Kelembagaan

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam agenda protokoler sekolah bukan sekadar menghadiri seremoni formal. Aktivitas ini dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan praktis dalam hal manajemen rekod (records management) serta komunikasi kelembagaan.

Beberapa poin utama yang dilaksanakan oleh Lia Agustina dan Sholihatul Muna Ervina Septi meliputi:

  • Pengumpulan dan Pengarsipan Dokumentasi Visual: Mengambil foto serta mencatat poin-poin penting kegiatan sebagai bahan baku pembuatan arsip digital dan publikasi informasi sekolah/perpustakaan.
  • Perkenalan dan Integrasi Lingkungan Kerja: Membangun koordinasi awal dengan jajaran manajemen SMKN 1 Tengaran, civitas akademika sekolah, serta berkenalan dengan lingkungan tempat pelaksanaan PKL.
  • Pengamatan Budaya Informasi Sekolah: Memahami atmosfer awal interaksi peserta didik baru di sekolah sebagai landasan dalam merancang layanan informasi atau literasi yang sesuai kebutuhan pemustaka.

Melalui pengalaman lapangan ini, para praktikan diajak untuk memahami bahwa pengolahan informasi di lembaga pendidikan tidak hanya terbatas pada buku fisik di perpustakaan, tetapi juga mencakup dokumentasi aktivitas kelembagaan yang bernilai sejarah dan informatif bagi masyarakat luas.

Scroll to Top