Salatiga – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus memperkuat tata kelola kinerja akademik dosen melalui Sosialisasi dan Simulasi Pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) melalui Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., sebagai narasumber. Pelaksanaan pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Ruang Rapat Utama Gedung KH Hasyim Asy’ari Lantai 1, Kampus 3 UIN Salatiga.

Kegiatan dilaksanakan secara luring dan diikuti oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi, serta dosen di lingkungan FST UIN Salatiga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dosen dalam pengisian BKD SISTER, menyamakan persepsi mengenai mekanisme pelaporan kinerja, serta meminimalkan kesalahan dalam penginputan aktivitas tridarma dan pemenuhan eviden.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Noor Malihah, Ph.D.; Wakil Dekan Dr. Anggun Zuhaida, M.Pd.; Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas (GJMF) Dr. Ali Geno Berutu, MA.Hk.; serta Kepala Laboratorium Fenny Widiyanti, M.Pd. Turut hadir para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan FST, yaitu Ketua Program Studi Teknologi Informasi Juwita Artanti Kusumaningtyas, M.Cs.; Ketua Program Studi Sains Data Dr. Enika Wulandari, M.Pd.; Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Suryanto, M.A.; Sekretaris Program Studi Teknologi Informasi Ahmad Rois Syujak, M.Kom.; Sekretaris Program Studi Sains Data Ita Dwijayanti, M.Sc.; serta Sekretaris Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Marwanto, M.Pd. Kegiatan juga diikuti oleh dosen tetap dari ketiga program studi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Salatiga.
Penguatan Pemahaman BKD SISTER
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya pemahaman dosen terhadap mekanisme pelaporan BKD berbasis SISTER. Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan data dan kinerja dosen, sehingga diperlukan pemahaman yang baik agar setiap aktivitas tridarma perguruan tinggi dapat terdokumentasi dan dilaporkan secara tepat.
BKD tidak semata-mata diposisikan sebagai kewajiban administratif, tetapi juga menjadi instrumen dokumentasi kinerja dosen yang berkaitan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, ketepatan penginputan aktivitas, kelengkapan dokumen pendukung, serta kesesuaian data dalam sistem menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian.
Melalui kegiatan ini, FST UIN Salatiga berupaya membangun kesamaan pemahaman antara pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan dosen mengenai mekanisme pengisian BKD SISTER. Kesamaan persepsi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pelaporan yang lebih tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Prof. Budiyono Berikan Penguatan Kebijakan dan Teknis Pengisian
Dalam sesi utama, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. memberikan penguatan mengenai kebijakan dan mekanisme pelaksanaan BKD melalui SISTER. Materi diarahkan pada pemahaman dosen terhadap komponen kinerja serta cara mendokumentasikan aktivitas tridarma perguruan tinggi ke dalam sistem.
Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. juga memberikan penjelasan mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan dosen dalam proses pengisian BKD, termasuk penginputan aktivitas, pemenuhan bukti atau eviden, serta kesesuaian data yang dimasukkan dengan aktivitas akademik yang telah dilaksanakan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pengisian BKD SISTER. Pada sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti tahapan pengisian secara langsung sehingga tidak hanya memahami konsep dan kebijakan, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam menggunakan sistem.
Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memberikan ruang bagi dosen untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang mungkin ditemui ketika melakukan pengisian BKD. Peserta dapat memahami proses penginputan aktivitas, penyesuaian kategori kegiatan, pengunggahan eviden, serta aspek lain yang berkaitan dengan penyusunan laporan BKD.
Diskusi Interaktif dan Penyamaan Persepsi
Setelah sesi pemaparan dan simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para dosen memanfaatkan sesi tersebut untuk menyampaikan pertanyaan serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengisian BKD SISTER.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas aspek teknis maupun administratif dalam pelaporan kinerja dosen. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antara dosen dan pengelola fakultas mengenai mekanisme pengisian serta dokumentasi kinerja dalam SISTER.
Keterlibatan pimpinan fakultas, pengelola program studi, pusat penjaminan mutu fakultas, kepala laboratorium, dan dosen dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola kinerja akademik di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi.

Perkuat Budaya Mutu dan Tata Kelola Kinerja Dosen
Melalui Sosialisasi dan Simulasi Pengisian BKD SISTER, FST UIN Salatiga mendorong seluruh dosen untuk semakin siap melaksanakan pelaporan kinerja berbasis sistem digital. Pemahaman yang baik terhadap mekanisme BKD SISTER diharapkan dapat meningkatkan ketepatan, kelengkapan, dan keteraturan dokumentasi aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Data kinerja yang terdokumentasi dengan baik juga menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola akademik, penjaminan mutu, pengembangan karier dosen, serta penyediaan data yang diperlukan dalam berbagai kebutuhan kelembagaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FST UIN Salatiga dalam membangun budaya mutu, tertib administrasi, dan pengelolaan kinerja dosen berbasis data. Dengan adanya sosialisasi dan praktik secara langsung, dosen diharapkan mampu melakukan pengisian BKD SISTER secara lebih mandiri, tepat, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Salatiga akan terus mendorong penguatan kapasitas dosen dan tata kelola akademik sebagai bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu, akuntabel, adaptif terhadap transformasi digital, dan berkelanjutan.

